.jpg)
Sahabat,
Kita sering tertegun dalam menempuh perjalanan yang
panjang ini. Kadang-kadang kita ragu untuk meneruskan
perjalanan yang penuh dengan onak dan duri itu.
Godaan yang kuat di sana sini selalu saja merayu.
Kadang kita turut larut tanpa kita sadari. Adakalanya
kita tetap istiqomah walaupun berat ujian kita
rasakan.
Sahabat,
Adalagi yang menusuk hati, kadang-kadang kita bosan
menunggu datangnya janji Allah akan kemenangan Islam.
Lalu kitapun mencoba mencari pembenaran sendiri atas
apa yang kita lakukan.
KITA LUPAKAN SAUDARA KITA YANG JUGA BERJUANG, BAHKAN
PARAHNYA LAGI, BUKANNYA MENGGALANG PERSATUAN, TAPI
MALAH BURUK SANGKA DAN SALING MENJATUHKAN.
Sahabat,
Kita adalah rangka-rangka dalam bangunan Islam.
Saudara kita adalah saya, dia, mereka dan antum semua
yang telah rela berjanji menjual dirinya pada Ilahi
Rabbi.
Bagi kita, IDE DAN GAGASAN DAKWAH YANG BERAGAM ADALAH
KEKUATAN.
Puncaknya adalah merefleksikannya dalam sebuah gerakan
yang terorganisir, rapi, solid, dan militan, yang akan
merubah kondisi jahiliyah, sampai tidak ada lagi
fitnah dan agama ini hanya milik Allah.
Sahabat,
Syaikh Mustafa Masyhur mengatakan ada empat hal yang
harus kita persiapkan agar rangka-rangka kita kuat,
bangunan kita kokoh. Sehingga TIDAK SAJA KITA YANG
BERLINDUNG DI DALAMNYA MERASAKAN AMAN, TAPI JUGA
MEREKA YANG BERTEDUH DI HALAMAN BANGUNAN KITA
MERASAKAN KEDAMAIAN ITU. Dan kita yang berjuang tidak
akan mengalami apa yang di katakan sebagai
“orang-orang yang berjatuhan di jalan dakwah”
Apa sajakah itu?
1. Al-Imanul amiq, yaitu iman yang menghujam di dalam,
2. Al-ittishalul watsiq, yaitu hubungan yang erat
dengan Allah,
3. Al-amalu muthawasihil, yaitu amal yang kontinyu,
4. As-shahru daa’id, yaitu kesabaran yang ekstra.
Sahabat,
Adakah kau rasakan jantungku yang terus berdetak
kencang menyambut kemenangan yang telah dijanjikan
itu? Aku berharap, Allah senantiasa menghunuskan
kesabaran ke rongga dada kita, menancapkan keyakinan
di hati kita, menorehkan semangat jihat di qolbu kita,
menyuburkan diri kita dengan limpahan iman, menerangi
langkah kita dengan cahaya Allah yang tiada pernah
pudar.
Sahabat,
Mari kita rapatkan barisan, luruskan shaff, rajut
ukhuwah islamiyah diantara kita, apapun namanya
dirimu, aku tidak peduli, yang penting bagiku adalah
MARI KITA GALANG PERSATUAN DAN KESATUAN, DEMI TEGAKNYA
DIEN YANG LURUS INI.
Sahabat,
Sangat indah ungkapan Imam Syahid Hasan Al Banna,
"Antum ruhun jadidah tarsi fi ja-sadil ummah".
Kamu adalah ruh baru, kamu adalah jiwa baru yang
mengalir di tubuh ummat, yang menghidupkan tubuh yang
mati itu dengan Al Qur'an.
Insya Allah kitalah ruh baru itu, sehingga setelah ini
tidak ada lagi diantara kita yang merasa jamaahnyalah
yang paling besar, paling benar, paling banyak
pengikut, paling banyak berbuat untuk Islam.
Semoga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar